Keguruan dan Ilmu Pendidikan 13 Des 2015

WD I FKIP Minta Mahasiswa Lakukan Pengecekan Nilai

Adanya perubahan sistem input nilai dari data manual ke data digital membuat nilai mahasiswa tercecer dan tak sesuai dengan transkip nilai yang asli. Mahasiswa diminta melakukan pengecekan nilai guna memperbaiki nilai yang bermasalah dan tak sesuai dengan jumlah sks yang sudah diambil di SIKAD. 

Kebijakan ini sudah diterapkan bulan lalu kepada seluruh fakultas di UIR. Sampai hari Sabtu (12/12), masih banyak mahasiswa yang belum melakukan revisi nilai. Khususnya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, batas melakukan revisi nilai sudah ditutup dari 10 Desember 2015.

Beberapa faktor yang mengharuskan mahasiswa melakukan revisi nilai antara lain seluruh Universitas Negeri dan Swasta di Indonesia secepatnya harus memasukkan semua nilai mahasiswa dan melaporkannya kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, termasuk Universitas Islam Riau jika ingin mahasiswanya secara resmi tercatat di Dikti.

“Apabila nanti mahasiswa sudah lulus, pasti diberi transkip nilai akademik. Untuk transkip nilai yang diberikan harus terdata di Dikti guna mencegah terjadinya penipuan terhadap nilai,” Ujar Dr. H. Elfis, M.Si, selaku wakil dekan bidang akademik. Jika mahasiswa melamar pekerjaan, tempat ia melamar pekerjaan itu akan mengecek nilainya di Portal Dikti,” tambahnya.

Selain itu, bagi para calon wisudawan yang sudah selesai ujian juga melakukan revisi nilai secepatnya karena nilai yang masih bermasalah akan menghambat proses wisudanya. Ramli Pilang, Kepala Tata Usaha mengatakan bahwa ia akan memproritaskan nilai mahasiswa yang mau wisuda dahulu, karena 28 Desember pendaftaran wisuda sudah ditutup. Dibuka kembali pada awal semester genap.

“menyulitkan sekali proses dan persyaratan revisi nilainya, mahasiswa harus mencetak ulang transkip nilai yg ada di SIKAD, memfotokopi KHS dan KRS yang nilainya bermasalah, dan bukti pembayaran. Transkip nilai yang ada di SIKAD tidak sesuai dengan transkip nilai yang asli. Jumlah sks yang sudah saya ambil 94, sedangkan di SIKAD masih 88,” ujar Desi Andriani, salah satu Mahasiswa Bahasa Inggris Semester 5. (Mulya Jamil)

[ Adm-UIR ]