Keguruan dan Ilmu Pendidikan 29 Sept 2020

TIM PKM-PE UIR: Menyembuhkan Luka Sayat dari Limbah Daun Petai Cina dan Kulit Pisang,Walaupun masih dalam situasi pandemi Covid-19, hal tersebut tidak membuat patah semangat mahasiswa Universitas Isla

TIM PKM-PE UIR: Menyembuhkan Luka Sayat dari Limbah Daun Petai Cina dan Kulit Pisang








Walaupun masih dalam situasi pandemi Covid-19, hal tersebut tidak membuat patah semangat mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) untuk mengukir prestasi di kancah nasional. Hal ini terbukti salah satu mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) yang tergabung dalam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang terdiri dari Herman (program studi pendidikan kimia), Tissa Indah (program studi pendidikan kimia) dan Ghina Salsabila Fajri (program studi pendidikan biologi) dibawah bimbingan Putri Ade Rahma Yulis, S.Pd.,M.Si (program studi pendidikan kimia) berhasil lolos pendanaan pada lomba yang bergengsi dikancah nasional yaitu Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).



Tim ini merupakan tim yang tergabung dalam bidang PKM-PE yaitu PKM Penelitian Eksakta dengan judul penelitian yaitu “Efektivitas Kombinasi Ekstrak Gel Daun Petai Cina dan Kulit Pisang Berbasis PGA (Pulvis Gummi Arabicum) Terhadap Penyembuhan Luka Sayat. Hal ini berarti bahwa tim PKM-PE UIR tersebut berhasil menemukan alternatif baru dalam menyembuhkan luka sayat dari bahan alami yaitu limbah daun petai cina dan kulit pisang yang tidak digunakan.
Yang melatarbelakangi tim PKM-PE UIR melakukan penelitian ini bermula ketika melihat kulit pisang yang banyak berserakan dan daun petai cina yang banyak berguguran berserakan yang tidak digunakan. Melihat kondisi tersebut, maka dari itu tim PKM-PE UIR melakukan pengoptimalan terhadap limbah daun petai cina dan kulit pisang yang tidak digunakan dengan cara melakukan penelitian mengenai potensi daun petai cina dan kulit pisang dengan basis PGA (Pulvis Gummi Arabicum) terhadap penyembuhan luka sayat.








Kebanyakan dari kita hanya mengetahui bahwa daun petai cina dan kulit pisang hanya sebagai limbah yang tidak digunakan. Padahal jika dikaji lebih mendalam daun petai cina dan kulit pisang memiliki banyak kandungan yang sangat bermanfaat dalam menyembuhkan luka sayat.
Melalui lomba yang bergengsi ini yaitu Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), maka dari itu tim PKM-PE UIR yang terdiri dari Herman, Tissa Indah dan Ghina Salsabila Fajri dengan dosen pembimbing Putri Ade Rahma Yulis, S.Pd.,M.Si melakukan penelitian  mengenai potensi daun petai cina dan kulit pisang dengan basis PGA (Pulvis Gummi Arabicum) terhadap penyembuhan luka sayat.

[ ]